13 Oktober 2026 - 22:27
Masyarakat Azerbaijan Bereaksi terhadap Kebijakan Aliyev; Gerakan Dukungan Hijab Semakin Meluas

Pembatasan penggunaan hijab di sekolah-sekolah Republik Azerbaijan telah memicu gelombang protes di media sosial serta aksi langsung para pelajar. Bersamaan dengan itu, sejumlah perempuan dan remaja putri Azerbaijan meluncurkan gerakan dukungan hijab sebagai bentuk solidaritas terhadap siswi berhijab sekaligus penolakan terhadap pembatasan pakaian keagamaan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pembatasan yang diberlakukan terhadap siswi berhijab di Republik Azerbaijan telah memunculkan gelombang kritik di berbagai platform media sosial. Pada saat yang sama, gerakan perempuan dan remaja putri Azerbaijan untuk mulai mengenakan hijab sebagai bentuk dukungan terhadap siswi yang dilarang memasuki sekolah dilaporkan semakin meluas.

Pengguna Media Sosial Kecam Pembatasan Hijab di Sekolah

Para pengguna media sosial mengecam keras kebijakan pendidikan pemerintah Republik Azerbaijan mengenai aturan berpakaian di sekolah.

Mereka menegaskan bahwa penerapan peraturan yang disebut sebagai “seragam sekolah yang seragam” tidak seharusnya dijadikan alat untuk membatasi kebebasan beragama ataupun menghalangi anak-anak perempuan Muslim memperoleh pendidikan.

Para pengkritik menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak dan martabat perempuan serta siswi berhijab.

Mereka juga mendesak pemerintah agar segera mengakhiri berbagai pembatasan yang diberlakukan terhadap para siswi tersebut.

Perempuan Azerbaijan Menggelar Gerakan Solidaritas dengan Mengenakan Hijab

Sejalan dengan meningkatnya kritik tersebut, sebuah gerakan dukungan terhadap siswi berhijab mulai berkembang di kalangan perempuan dan remaja putri Azerbaijan.

Para peserta gerakan ini memilih mengenakan hijab untuk menunjukkan solidaritas kepada para siswi yang menghadapi larangan memasuki ruang kelas karena menggunakan pakaian Islami.

Gerakan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan penolakan terhadap pembatasan hijab, sekaligus menegaskan pentingnya hak setiap individu untuk memilih pakaian sesuai dengan keyakinan agamanya.

Pelajar Dilaporkan Menggelar Aksi di Depan Sekolah

Bersamaan dengan berkembangnya kampanye tersebut, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi protes pelajar di depan beberapa sekolah. Menurut laporan yang dipublikasikan, sejumlah siswa berkumpul di depan sekolah untuk menyatakan dukungan kepada teman-teman sekelas mereka yang berhijab. Sebagian lainnya dilaporkan menolak mengikuti kegiatan pembelajaran sebagai bentuk protes terhadap pembatasan yang diberlakukan.

Para pengkritik pemerintah Baku menegaskan bahwa aturan mengenai keseragaman pakaian sekolah tidak dapat dijadikan alasan untuk merampas hak pendidikan siswa hanya karena mereka mempertahankan keyakinan agama.

Akses Instagram dan TikTok Dilaporkan Mengalami Gangguan saat Protes Meluas

Di tengah meningkatnya gelombang protes, muncul pula laporan mengenai gangguan akses pengguna internet di Azerbaijan terhadap platform media sosial Instagram dan TikTok. Sejumlah pengguna menduga bahwa pembatasan akses tersebut berkaitan dengan penyebaran luas video-video aksi protes mengenai hijab.

Namun, hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Republik Azerbaijan belum memberikan penjelasan resmi mengenai gangguan akses media sosial yang dilaporkan tersebut.

Pembatasan Hijab di Azerbaijan Pernah Memicu Protes pada 2010–2012

Persoalan pembatasan hijab di sekolah-sekolah Republik Azerbaijan bukanlah hal baru. Pada periode 2010 hingga 2012, penerapan peraturan serupa mengenai pakaian sekolah juga pernah memicu aksi protes.

Menurut sejumlah laporan, beberapa aksi protes pada masa tersebut diwarnai intervensi aparat kepolisian dan penahanan terhadap sejumlah demonstran. Kini, persoalan hijab kembali menjadi salah satu pusat perdebatan mengenai batas-batas kebebasan beragama dalam sistem pendidikan Azerbaijan.

Gerakan Hijab Menjadi Bentuk Protes Sipil di Azerbaijan

Dalam situasi ketika penyelenggaraan demonstrasi di Republik Azerbaijan menghadapi berbagai pembatasan hukum dan keamanan, meluasnya reaksi masyarakat melalui media sosial serta terbentuknya gerakan solidaritas terhadap siswi berhijab memperoleh perhatian yang semakin besar.

Para pendukung gerakan tersebut berusaha menunjukkan solidaritas kepada anak-anak perempuan berhijab sekaligus menyampaikan penolakan terhadap kebijakan yang menghalangi mereka memperoleh pendidikan.

Melalui kampanye tersebut, para peserta juga berusaha menjadikan hak mengenakan pakaian Islami sebagai salah satu isu utama yang mendapat perhatian publik.

Gerakan dukungan hijab bagi siswi yang menghadapi pembatasan pendidikan kini, menurut laporan ABNA, telah menjadi salah satu bentuk protes sipil yang meluas di ruang digital Republik Azerbaijan.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha